Showing posts sorted by relevance for query sejarah-logo-tema-pengertian-hari-kesetiakawanan-sosial-nasional-hksn. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query sejarah-logo-tema-pengertian-hari-kesetiakawanan-sosial-nasional-hksn. Sort by date Show all posts

Kelas 5 SD : SEJARAH, LOGO DAN TEMA PERINGATAN HARI KESETIAKAWANAN SOSIAL NASIONAL (HKSN) 2019

Pelajarancg Sejarah, Logo dan Tema Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) ke-62 Tahun 2019. Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional diperingati setiap tanggal 20 Desember oleh pemerintah Republik Indonesia dari latar belakang peristiwa bersejarah bersatunya seluruh lapisan masyarakat untuk mengatasi permasalahan dalam mempertahankan kedaulatan negara, yaitu pada tanggal 20 Desember 1948, sehari setelah tentara kolonial Belanda menyerbu dan menduduki ibukota negara Yogyakarta. Maka tanggal tersebut oleh Kementerian Sosial dijadikan sebagai HARI SOSIAL. Tahun 2019, 20 Desember "Kesetiakawanan Sosial Menembus Batas" adalah tema Tema Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2019!.


Pada tulisan kali ini cg Sejarah akan membahas mengenai Logo dan Tema Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Tahun 2019. Sedang tulisan Pedoman Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional Tahun 2019 akan dibahas dalam artikel tersendiri.


Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) memiliki sejarah yang panjang. Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional yang diselenggarakan setiap tanggal 20 Desember sebagai rasa syukur dan hormat atas keberhasilan seluruh lapisan masyarakat Indonesia dalam menghadapi ancaman bangsa lain yang ingin menjajah kembali bangsa kita.


Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mewujudkan keberhasilan tujuan peritiwa sejarah ini adalah dengan menetapkan pelaksanaan Bhakti Sosial dalam rangka memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional. Hal ini dimaksudkan agar semua insan kementerian sosial mengingat kembali filosofi kesetiakawanan dengan mengenang, menghayati dan melakukan aksi dengan semangat persatuan, kesatuan, kegotong-royongan dan kekeluargaan rakyat Indonesia bahu membahu mengatasi permasalahan dalam mempertahankan kedaulatan bangsa atas pendudukan kota Yogyakarta sebagai Ibu Kota Republik Indonesia oleh tentara Belanda pada tahun 1948.


Peringatan HKSN diharapkan dapat menjadi “alat pengungkit” untuk menggerakkan kembali nilai-nilai kesetiakawanan sosial yang ada dimasyarakat, yang dilaksanakan ditingkat pusat, propinsi dan kabupaten/kota dengan berdasarkan pada tiga prinsip, yaitu :
  1. Prinsip dari, oleh dan untuk masyarakat yang berarti bahwa kegiatan Peringatan HKSN memerlukan peran aktif seluruh unsur masyarakat, antara lain TNI dan Polri, organisasi sosial/ lembaga swadaya masyarakat, unsur generasi muda, lembaga pendidikan, dunia usaha, media massa, pemuka masyarakat dan agama, relawan sosial dan masyarakat secara umum yang didayagunakan untuk kepentingan masyarakat.
  2. Prinsip Tri Daya, yaitu bahwa penyelenggaraan HKSN diharapkan dapat memberdayakan manusia, usaha, dan lingkungan sosial sebagai satu kesatuan.
  3. Prinsip berkelanjutan, bahwa kegitan-kegiatan dalam rangka Kesetiakawanan Sosial Nasional hendaknya dilaksanakan secara terus menerus sepanjang tahun (No Day Without Solidarity) dengan berdasarkan pada kedua prinsip tersebut di atas.



Peringatan Hari Kesetiakawanan sosial Nasional saat ini dilaksanakan dalam bentuk Bulan Bhakti Kesetikawanan Sosial yang dimaksudkan sebagai upaya mengarahkan percepatan gerakan Indonesia Peduli menuju terwujudnya Indonesia baru, dengan tujuan menumbuhkan kesadaran dan tanggungjawab sosial masyarakat untuk mengkristalisasikan kesetiakawanan sosial serta meningkatkan jumlah masyarakat peduli dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Peringatan HKSN diharapkan mampu mengatasi berbagai permasalahan sosial yang ada, dengan mengacu pada parameter kesejahteraan :
  1. Terpenuhinya kebutuhan dasar setiap warga negara Indonesia (sandang, pangan, papan, pendidikan dan kesehatan).
  2. Terlindungi hak sipil setiap warga negara (hak memperoleh KTP, Akte Kelahiran, hak berorganisasi, hak mengemukakan pendapat dll).





SEJARAH PERINGATAN HARI KESETIAKAWANAN SOSIAL NASIONAL (HKSN)

Adapun sejarah lahirnya Hari Sosial yang pada akhirnya berubah menjadi Hari Kebhaktian Sosial, dan berganti lagi menjadi HKSN (Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional) adalah sebagai berikut :
  • HARI SOSIAL ke I atau pertama kali diperingati pada tanggal 20 Desember 1958 dicetuskan oleh Menteri Sosial Bapak H. Moeljadi Djojomartono.
  • Pada Peringatan yang ke XIX tanggal 20 Desember 1976, oleh Menteri Sosial Bapak HMS. Mintardja, SH. Nama HARI SOSIAL diubah menjadi HARI KEBAKTIAN SOSIAL.
  • Pada Peringatan yang ke XXVI tanggal 20 Desember 1983, oleh Menteri Sosial Ibu Nani Soedarsono, SH. nama HARI KEBAKTIAN SOSIAL diubah lagi menjadi HARI KESETIAKAWANAN SOSIAL NASIONAL.


Pada Peringatan yang ke LVI Tanggal 20 Desember 2013 di lapangan Karebosi Makassar dihasilkan PIAGAM MAKASSAR dengan 4 produk yaitu :
  1. Komite Kesetiakawanan Sosial Nasional;
  2. Bulan Bhakti Kesetiakawanan Sosial;
  3. Satuan Tugas Kesetiakawanan Sosial
  4. Pos Komunikasi Sosial


Keempat produk ini untuk selanjutnya menjadi garis kebijakan Nasional sebagai penggerak implementasi Kesetiakawanan Sosial Nasional (KSN) di seluruh Indonesia. Jiwa dan semangat kebersamaan, kegotongroyongan, kekeluargaan dan kerelaan berkorban tanpa pamrih yang tumbuh di dalam masyarakat tersebut harus dikembangkan, direvitalisasi, didayagunakan dalam kehidupan berbangsa.


Pada saat ini bangsa Indonesia masih berhadapan dengan berbagai masalah kesejahteraan sosial yang meliputi kemiskinan, keterlantaran, ketunaan, keterpencilan dan kebencanaan yang jumlahnya tidak kecil. Sementara pemerintah memiliki kemampuan terbatas, sehingga diperlukan peran serta masyarakat. Kesetiakawanan sosial masa kini adalah instrumen menuju kesejahteraan masyarakat melalui gerakan peduli dan berbagi oleh, dari dan untuk masyarakat baik sendiri-sendiri maupun secara bersamaan berdasarkan nilai kemanusiaan, kebersamaan, kegotongroyongan dan kekeluargaan yang dilakukan secara terencana, terarah dan dan berkelanjutan menuju terwujudnya Indonesia Sejahtera (INDOTERA).



LOGO PERINGATAN HARI KESETIAKAWANAN SOSIAL NASIONAL (HKSN) KE 62 TAHUN 2019

Adapun logo resmi Peringatan HKSN tahun 2019 sebagaimana gambar logo dibawah.

 Logo dan Tema Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional  Kelas 5 SD :  SEJARAH, LOGO DAN TEMA PERINGATAN HARI KESETIAKAWANAN SOSIAL NASIONAL (HKSN) 2019
Gambar Logo HKSN Kalsel 2019 (Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional) ke 62


Dalam logo gambar diatas terdapat tema dan hastag hari kesetiakawanan nasional 2019, 20 Desember. Anda dapat mendownload logo, tema dan hastag HKSN (hari kesetiakawanan nasional 2019) dalam format CDR untuk keperluan baleho, kartu ucapan selamat, spanduk, dll dengan mengunjungi situs resmi https://www.kemsos.go.id/logo-hari-kesetiakawanan-sosial-nasional-hksn-tahun-2019


PERINGATAN TEMA HARI KESETIAKAWANAN SOSIAL NASIONAL (HKSN) KE 62 TAHUN 2019


Sebagaimana ditetapkan oleh Kemeterian Sosial Republik Indonesia (Kemsos) tema yang diangkat dalam Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2019 ke 62 adalah "Kesetiakawanan Sosial Menembus Batas”. dengan tema ini diharapkan dapat menjadi media untuk dapat menggerakkan kembali nilai - nilai kesetiaan kawanan sosial yang ada di masyarakat..

Baca:




HARI KESETIAKAWANAN SOSIAL NASIONAL DALAM PENGERTIAN AHLI BAHASA KEMENTERIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA

Menurut Kementerian Sosial (Kemsos RI) tentang pengertian kesetiakawanan Sosial. bahwa Kesetiakawanan Sosial adalah nilai, sikap dan perilaku sosial yang mengatur hubungan sosial antara warga satu dengan lainnya dengan menumbuhkan sikap dan tindakan saling peduli dan berbagi yang dilandasi oleh altruistik, kerelaan, kesetiaan, kebersamaan, toleransi, dan kesetaraan guna meningkatkan harkat, martabat dan harga diri setiap warga negara Indonesia.


Filosofi Kesetiakawanan Sosial adalah kepekaan rasa ingin menjadi bagian atau terlibat dari suatu keadaan sehingga muncul keinginan untuk menolong secara sukarela/ tanpa pamrih apapun.
Esensi dari Peringatan HKSN adalah untuk menggugah perasaan, empati terhadap kesulitan orang lain secara bersama-sama melalui aksi nyata (togetherness for willingness / menggugah kesadaran bersama untuk kebaikan semua).



KESIMPULAN SEJARAH, LOGO, TEMA DAN TUJUAN PERINGATAN HARI KESETIAKAWANAN SOSIAL NASIONAL (HKSN) 2019

Dari pembahasan pelajaran SD Kelas 5 Tematik diatas kita dapat menyimpulkan tentang sejarah, logo, tema, tujuan dan pengertian dari Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional tahun 2019, 20 Desember dari agenda kementerian sosial Republik Indonesia memiliki tujuan nasional seperti contoh:

  1. Menjadi gerak dasar untuk memudahkan dan memperlancar penyelenggaraan Gerakan Bulan Bhakti Kesetiakawanan Sosial secara terkoordinasi, sinergis, terencana, terarah dan berkelanjutan.
  2. Terwujudnya tata kehidupan dan penghidupan masyarakat yang dilandasi oleh kesetiakawanan sosial.
  3. Terciptanya kondisi sosial yang menjamin kesetiakawanan sosial mampu menjadi pilar dasar dalam mewujudkan Indonesia sejahtera.


Adapun memaknai HKSN tahun 2018 jika melihat dari tema dan logo ini dapat artikan bahwa penguatan Kesetiakawanan secara tidak langsung akan berdampak pula pada majunya sosial kebudaya Indonesia tanpa batas. Inilah hakekat yang mestinya menjadi makna sesungguhnya bukan sekedar kata ataupun ucapan semata.


Akhir kata dari pembahasan pelajaran SD Kelas 5 Tematik mengucapkan selamat memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) ke-62, dan hari bela Negara Tahun 2019 untuk seluruh rakyat Indonesia!!.

Kelas 5 SD : JENIS DAN PENGERTIAN INTERAKSI SOSIAL

pelajaran SD Kelas 5 Tematik - Ketika belajar jenis dan pengertian interaksi sosial dalam kurikulum ppkn di sekolah tentu memiliki tujuan agar peserta didik mengaplikasikan pada kehidupan sehari-hari. Nah bagi kamu yang lupa dengan materi ilmu pengetahuan sosial (IPS) maupun sosiologi tentang apa itu interaksi sosial baik dari segi jenis-jenis, pengertian dan contohnya, jangan khawatir. Mari mengulang kembali aspek pelajarancg sosiologi tersebut.




PENGERTIAN DAN CONTOH INTERAKSI SOSIAL

PENGERTIAN MENURUT AHLI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), interaksi artinya “saling melaksanakan aksi, berhubungan, mempengaruhi, terikat sesuatu antar hubungan.” Sedangkan Sosial artinya yaitu masyarakat. Secara sederhana, interaksi sosial yaitu hubungan timbal balik antara dua orang atau lebih. Timbal balik dalam hal ini yaitu adanya hubungan dua arah, yang mana masing-masing pihak melaksanakan tindakan atau agresi antara satu dengan yang lain.


Menurut Walgito (2007), mengemukakan interaksi sosial adalah hubungan antara individu satu dengan individu lain, individu satu dapat mempengaruhi individu yang lain atau sebaliknya, sehingga terdapat hubungan yang saling timbal balik. Hubungan tersebut dapat terjadi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok.


Menurut Basrowi (2015), mengemukakan interaksi sosial adalah hubungan dinamis yang mempertemukan orang dengan orang, kelompok dengan kelompok, maupun orang dengan kelompok manusia. Bentuknya tidak hanya bersifat kerjasama, tetapi juga berbentuk tindakan, persaingan, pertikaian dan sejenisnya.


Menurut Partowisastro (2003), interaksi sosial ialah relasi sosial yang berfungsi menjalin berbagai jenis relasi sosial yang dinamis, baik relasi itu berbentuk antar individu, kelompok dengan kelompok, atau individu dengan kelompok.


Menurut Soekanto (2002), mengemukakan bahwa interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis, yang meliputi hubungan antara orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara perorangan dengan kelompok manusia.


Menurut Sarwono dan Meinarno (2009), interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi antara individu dengan individu lain, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok lain.


Menurut Gerungan (2006), secara lebih mendalam menyatakan interaksi sosial adalah proses individu satu dapat menyesuaikan diri secara autoplastis kepada individu yang lain, dimana dirinya dipengaruhi oleh diri yang lain. Individu yang satu dapat juga menyesuaikan diri secara aloplastis dengan individu lain, dimana individu yang lain itulah yang dipengaruhi oleh dirinya yang pertama.


PENGERTIAN MENURUT UMUM

Berdasarkan menurut beberapa pakar dari uraian pelajaran SD Kelas 5 Tematik di atas dapat diambil kesimpulan bahwa interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi, mengubah, atau memperbaiki perilaku yang berlangsung antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok.


Interaksi sosial sebenarnya terjadi di lingkungan sosial (masyarakat), mengapa? Hal ini terjadi karena beberapa alasan diantaranya:
  • Sudah kodratnya manusia adalah makhluk sosial, yang artinya makhluk yang tidak dapat hidup sendiri dan tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain.
  • Interaksi sosial merupakan ciri khas kehidupan bermasyarakat/sosial, yang artinya kehidupan bermasyarakat/sosial akan kelihatan positif dalam banyak sekali bentuk pergaulan seseorang dengan orang lain. Contohnya : keramaian di pasar, pelajar menuntut ilmu di kelas, dan contoh lainnya di kehidupan sehari-hari.

 Ketika belajar jenis dan pengertian interaksi sosial dalam kurikulum ppkn di sekolah tent Kelas 5 SD :  JENIS DAN PENGERTIAN INTERAKSI SOSIAL


ASPEK-ASPEK INTERAKSI SOSIAL

Menurut pendapat Louis (Toneka, 2000), mengemukakan interaksi sosial dapat berlangsung apabila memiliki beberapa aspek berikut :
  • adanya suatu dimensi waktu yang meliputi masa lampau, kini dan akan datang, yang menentukan sifat dan aksi yang sedang berlangsung;
  • adanya jumlah perilaku lebih dari seseorang;
  • adanya tujuan tertentu, tujuan ini harus sama dengan yang dipikirkan oleh pengamat.



Menurut pendapat Soekanto (2002), mengemukakan aspek interaksi sosial yaitu :
  • Aspek kontak sosial, merupakan peristiwa terjadinya hubungan sosial antara individu satu dengan lain. Kontak yang terjadi tidak hanya fisik tapi juga secara simbolik seperti senyum, jabat tangan. Kontak sosial dapat positif atau negatif. Kontak sosial negatif mengarah pada suatu pertentangan sedangkan kontak sosial positif mengarah pada kerja sama.
  • Aspek komunikasi. Komunikasi adalah menyampaikan informasi, ide, konsepsi, pengetahuan dan perbuatan kepada sesamanya secara timbal balik sebagai penyampai atau komunikator maupun penerima atau komunikan. Tujuan utama komunikasi adalah menciptakan pengertian bersama dengan maksud untuk mempengaruhi pikiran atau tingkah laku seseorang menuju ke arah positif.


Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa aspek-aspek interaksi sosial yang digunakan sebagai skala interaksi sosial yaitu kontak sosial dan komunikasi, dengan alasan kedua aspek sudah mencakup unsur-unsur dalam interaksi sosial serta dianggap dapat mewakili teori-teori yang lain.


JENIS-JENIS INTERAKSI SOSIAL

Jenis interaksi sosial dibagi menjadi 3 macam, ialah interaksi antar individu, interaksi individu dengan kelompok, dan interaksi kelompok dengan kelompok. berikut penjelasan pelajarancg atau uraiannya.

1. Interaksi Individu dengan Individu

Jenis interaksi yang pertama adalah interaksi individu atau interaksi individu dengan individu. Jenis interaksi ini terjadi apabila terdapat interaksi antara satu orang dengan orang lainnya. Adapun contoh dari jenis interaksi antar individu sebenarnya dapat kita lihat di sekitar kehidupan sehari kita. Beberapa contohnya:
  • Ada suami istri yang sedang ngobrol,
  • Ibu yang sedang menasehati anaknya,
  • Seseorang yang sedang curhat dengan sahabatnya,
  • Tukang ojek yang berkomunikasi dengan pelanggannya,
  • Teller yang sedang melayani nasabahnya,
  • dan contoh-contoh lainnya.


2. Interaksi Sosial Individu dengan Kelompok

Jenis interaksi yang kedua adalah interaksi individu dengan kelompok. Jika interaksi sosial antar individu itu satu orang dengan satu orang, kini untuk interaksi yang pelajaran SD Kelas 5 Tematik bahas ini ialah interaksi satu orang dengan dua orang atau lebih. Adapun contoh dari jenis interaksi antar individu dengan kelompok sebenarnya dapat kita lihat di sekitar kehidupan sehari kita. Beberapa contohnya:
  • Seorang guru yang sedang mengajar di depan kelas,
  • Seorang siswa yang sedang berpidato di depan kelas,
  • Seorang ustadz atau kyai yang sedang berceramah,
  • Seorang sales yang sedang mempresentasikan produknya,
  • seorang polisi yang mengatur banyak pengendara sepeda motor,
  • seorang pilot yang sedang menawarkan pengarahannya,
  • dan contoh-contoh lain.



3. Interaksi Sosial Kelompok dengan Kelompok

Jenis interaksi yang terakhir adalah interaksi kelompok dengan kelompok. Interaksi ini terjadi apabila terdapat hubungan timbal balik antara dua kelompok yang berbeda. Dalam jenis interaksi ini, tiap-tiap anggota kelompok tidak melaksanakan interaksi secara individu, namun secara kelompok. Adapun pola aspek jenis interaksi ini adalah; adanya debat antar kelompok di dalam kelas, perkelahian pelajar antar sekolah, perkelahian antar suporter sepak bola, dan sebagainya.


KESIMPULAN PENGERTIAN, JENIS DAN ASPEK INTERAKSI SOSIAL

Proses interaksi sosial seseorang dengan berbagai bentuknya sangat ditentukan oleh sejauh mana konsep diri seseorang tersebut. Konsep diri yang positif mampu berkontribusi dalam meningkatkan harga diri seseorang. Dalam hal ini, ketika berinteraksi sosial dengan orang lain maka akan meningkatkan rasa kepercayaan dirinya dihadapan orang lain, sehingga jauh dari rasa pesimistis dan minder. Akan tetapi, harga diri yang rendah cenderung khawatir dengan apa yang orang lain katakan tentang dirinya. Ketakutan dengan evaluasi negatif dari orang lain dan kecenderungan terlalu memikirkan pendapat orang lain lebih besar daripada menghargai kemampuan dan usahanya sendiri. Hal inilah yang dapat mengacaukan dan memunculkan keengganan seseorang dalam proses interaksi sosialnya. demikian dari pelajaran SD Kelas 5 Tematik semoga bermanfaat!!

Kelas 5 SD : JENIS DAN PENGERTIAN INTERAKSI SOSIAL

pelajaran SD Kelas 5 Tematik - Ketika belajar jenis dan pengertian interaksi sosial dalam kurikulum ppkn di sekolah tentu memiliki tujuan agar peserta didik mengaplikasikan pada kehidupan sehari-hari. Nah bagi kamu yang lupa dengan materi ilmu pengetahuan sosial (IPS) maupun sosiologi tentang apa itu interaksi sosial baik dari segi jenis-jenis, pengertian dan contohnya, jangan khawatir. Mari mengulang kembali aspek pelajarancg sosiologi tersebut.




PENGERTIAN DAN CONTOH INTERAKSI SOSIAL

PENGERTIAN MENURUT AHLI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), interaksi artinya “saling melaksanakan aksi, berhubungan, mempengaruhi, terikat sesuatu antar hubungan.” Sedangkan Sosial artinya yaitu masyarakat. Secara sederhana, interaksi sosial yaitu hubungan timbal balik antara dua orang atau lebih. Timbal balik dalam hal ini yaitu adanya hubungan dua arah, yang mana masing-masing pihak melaksanakan tindakan atau agresi antara satu dengan yang lain.


Menurut Walgito (2007), mengemukakan interaksi sosial adalah hubungan antara individu satu dengan individu lain, individu satu dapat mempengaruhi individu yang lain atau sebaliknya, sehingga terdapat hubungan yang saling timbal balik. Hubungan tersebut dapat terjadi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok.


Menurut Basrowi (2015), mengemukakan interaksi sosial adalah hubungan dinamis yang mempertemukan orang dengan orang, kelompok dengan kelompok, maupun orang dengan kelompok manusia. Bentuknya tidak hanya bersifat kerjasama, tetapi juga berbentuk tindakan, persaingan, pertikaian dan sejenisnya.


Menurut Partowisastro (2003), interaksi sosial ialah relasi sosial yang berfungsi menjalin berbagai jenis relasi sosial yang dinamis, baik relasi itu berbentuk antar individu, kelompok dengan kelompok, atau individu dengan kelompok.


Menurut Soekanto (2002), mengemukakan bahwa interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis, yang meliputi hubungan antara orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara perorangan dengan kelompok manusia.


Menurut Sarwono dan Meinarno (2009), interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi antara individu dengan individu lain, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok lain.


Menurut Gerungan (2006), secara lebih mendalam menyatakan interaksi sosial adalah proses individu satu dapat menyesuaikan diri secara autoplastis kepada individu yang lain, dimana dirinya dipengaruhi oleh diri yang lain. Individu yang satu dapat juga menyesuaikan diri secara aloplastis dengan individu lain, dimana individu yang lain itulah yang dipengaruhi oleh dirinya yang pertama.


PENGERTIAN MENURUT UMUM

Berdasarkan menurut beberapa pakar dari uraian pelajaran SD Kelas 5 Tematik di atas dapat diambil kesimpulan bahwa interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi, mengubah, atau memperbaiki perilaku yang berlangsung antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok.


Interaksi sosial sebenarnya terjadi di lingkungan sosial (masyarakat), mengapa? Hal ini terjadi karena beberapa alasan diantaranya:
  • Sudah kodratnya manusia adalah makhluk sosial, yang artinya makhluk yang tidak dapat hidup sendiri dan tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain.
  • Interaksi sosial merupakan ciri khas kehidupan bermasyarakat/sosial, yang artinya kehidupan bermasyarakat/sosial akan kelihatan positif dalam banyak sekali bentuk pergaulan seseorang dengan orang lain. Contohnya : keramaian di pasar, pelajar menuntut ilmu di kelas, dan contoh lainnya di kehidupan sehari-hari.

 Ketika belajar jenis dan pengertian interaksi sosial dalam kurikulum ppkn di sekolah tent Kelas 5 SD :  JENIS DAN PENGERTIAN INTERAKSI SOSIAL


ASPEK-ASPEK INTERAKSI SOSIAL

Menurut pendapat Louis (Toneka, 2000), mengemukakan interaksi sosial dapat berlangsung apabila memiliki beberapa aspek berikut :
  • adanya suatu dimensi waktu yang meliputi masa lampau, kini dan akan datang, yang menentukan sifat dan aksi yang sedang berlangsung;
  • adanya jumlah perilaku lebih dari seseorang;
  • adanya tujuan tertentu, tujuan ini harus sama dengan yang dipikirkan oleh pengamat.



Menurut pendapat Soekanto (2002), mengemukakan aspek interaksi sosial yaitu :
  • Aspek kontak sosial, merupakan peristiwa terjadinya hubungan sosial antara individu satu dengan lain. Kontak yang terjadi tidak hanya fisik tapi juga secara simbolik seperti senyum, jabat tangan. Kontak sosial dapat positif atau negatif. Kontak sosial negatif mengarah pada suatu pertentangan sedangkan kontak sosial positif mengarah pada kerja sama.
  • Aspek komunikasi. Komunikasi adalah menyampaikan informasi, ide, konsepsi, pengetahuan dan perbuatan kepada sesamanya secara timbal balik sebagai penyampai atau komunikator maupun penerima atau komunikan. Tujuan utama komunikasi adalah menciptakan pengertian bersama dengan maksud untuk mempengaruhi pikiran atau tingkah laku seseorang menuju ke arah positif.


Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa aspek-aspek interaksi sosial yang digunakan sebagai skala interaksi sosial yaitu kontak sosial dan komunikasi, dengan alasan kedua aspek sudah mencakup unsur-unsur dalam interaksi sosial serta dianggap dapat mewakili teori-teori yang lain.


JENIS-JENIS INTERAKSI SOSIAL

Jenis interaksi sosial dibagi menjadi 3 macam, ialah interaksi antar individu, interaksi individu dengan kelompok, dan interaksi kelompok dengan kelompok. berikut penjelasan pelajarancg atau uraiannya.

1. Interaksi Individu dengan Individu

Jenis interaksi yang pertama adalah interaksi individu atau interaksi individu dengan individu. Jenis interaksi ini terjadi apabila terdapat interaksi antara satu orang dengan orang lainnya. Adapun contoh dari jenis interaksi antar individu sebenarnya dapat kita lihat di sekitar kehidupan sehari kita. Beberapa contohnya:
  • Ada suami istri yang sedang ngobrol,
  • Ibu yang sedang menasehati anaknya,
  • Seseorang yang sedang curhat dengan sahabatnya,
  • Tukang ojek yang berkomunikasi dengan pelanggannya,
  • Teller yang sedang melayani nasabahnya,
  • dan contoh-contoh lainnya.


2. Interaksi Sosial Individu dengan Kelompok

Jenis interaksi yang kedua adalah interaksi individu dengan kelompok. Jika interaksi sosial antar individu itu satu orang dengan satu orang, kini untuk interaksi yang pelajaran SD Kelas 5 Tematik bahas ini ialah interaksi satu orang dengan dua orang atau lebih. Adapun contoh dari jenis interaksi antar individu dengan kelompok sebenarnya dapat kita lihat di sekitar kehidupan sehari kita. Beberapa contohnya:
  • Seorang guru yang sedang mengajar di depan kelas,
  • Seorang siswa yang sedang berpidato di depan kelas,
  • Seorang ustadz atau kyai yang sedang berceramah,
  • Seorang sales yang sedang mempresentasikan produknya,
  • seorang polisi yang mengatur banyak pengendara sepeda motor,
  • seorang pilot yang sedang menawarkan pengarahannya,
  • dan contoh-contoh lain.



3. Interaksi Sosial Kelompok dengan Kelompok

Jenis interaksi yang terakhir adalah interaksi kelompok dengan kelompok. Interaksi ini terjadi apabila terdapat hubungan timbal balik antara dua kelompok yang berbeda. Dalam jenis interaksi ini, tiap-tiap anggota kelompok tidak melaksanakan interaksi secara individu, namun secara kelompok. Adapun pola aspek jenis interaksi ini adalah; adanya debat antar kelompok di dalam kelas, perkelahian pelajar antar sekolah, perkelahian antar suporter sepak bola, dan sebagainya.


KESIMPULAN PENGERTIAN, JENIS DAN ASPEK INTERAKSI SOSIAL

Proses interaksi sosial seseorang dengan berbagai bentuknya sangat ditentukan oleh sejauh mana konsep diri seseorang tersebut. Konsep diri yang positif mampu berkontribusi dalam meningkatkan harga diri seseorang. Dalam hal ini, ketika berinteraksi sosial dengan orang lain maka akan meningkatkan rasa kepercayaan dirinya dihadapan orang lain, sehingga jauh dari rasa pesimistis dan minder. Akan tetapi, harga diri yang rendah cenderung khawatir dengan apa yang orang lain katakan tentang dirinya. Ketakutan dengan evaluasi negatif dari orang lain dan kecenderungan terlalu memikirkan pendapat orang lain lebih besar daripada menghargai kemampuan dan usahanya sendiri. Hal inilah yang dapat mengacaukan dan memunculkan keengganan seseorang dalam proses interaksi sosialnya. demikian dari pelajaran SD Kelas 5 Tematik semoga bermanfaat!!