Showing posts sorted by relevance for query sejarah-peristiwa-bandung-lautan-api. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query sejarah-peristiwa-bandung-lautan-api. Sort by date Show all posts

Kelas 5 SD : PELAJARAN SEJARAH: PERISTIWA BANDUNG LAUTAN API (24 MARET)

pelajaran SD Kelas 5 Tematik: Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah atau disingkat Jasmerah adalah semboyan yang terkenal yang diucapkan oleh Soekarno, dalam pidatonya yang terakhir pada Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1966. Tentu saja kata mutiara ucapan ini berlaku bagi generasi muda jaman sekarang, terutama pelajar sebagai penerus bangsa. Salah satu mata Pelajarancg yang diajarkan siswa disekolah adalah tentang sejarah peristiwa perjuangan Nasional. Sebagai pengingat pelajaran mengenai hari penting di 24 Maret, yaitu peristiwa Bandung Lautan Api, mari ketahui latar belakang dan mengapa tanggal ini diperingati sebagai hari bersejarah di Indonesia. Mari pelajari hari peristiwa Bandung Lautan Api yang jatuh pada tanggal 24 Maret setiap tahun tersebut di kurikulum pelajaran SD Kelas 5 Tematik ini:




PERISTIWA BANDUNG LAUTAN API

Dalam catatan sejarah Nasional, menyatakan bahwa peristiwa Bandung Lautan Api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kota Bandung, provinsi Jawa Barat, Indonesia pada 23 Maret 1946. Dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk Bandung membakar rumah mereka, meninggalkan kota menuju pegunungan di daerah selatan Bandung. Hal ini dilakukan untuk mencegah tentara Sekutu dan tentara NICA Belanda untuk dapat menggunakan kota Bandung sebagai markas strategis militer dalam Perang Kemerdekaan Indonesia.


Bandung Lautan Api terjadi karena latar belakang datangnya pasukan dari negara Inggris mulai memasuki kota Bandung pada pertengahan bulan Oktober 1945. Di kota kembang pasukan Inggris dan NICA melakukan teror terhadap rakyat sehingga mengakibatkan terjadinya pertempuran.


Pertempuran perjuangan Nasional diawali sejak Memasuki bulan November 1945, pasukan NICA yang semakin membabi buta di Bandung. Setelah masuknya tentara Inggris yang berasal dari satuan NICA memanfaatkannya untuk mengembalikan kekuasaannya yang sempat hilang atas kota Bandung. Hal ini menyebabkan semangat juang rakyat dan pemuda pemudi yang tergabung dalam TKR dan kelompok perjuangan lainnya semakin berkobar untuk melakukan perlawanan.


Perlawanan dimulai dari pertempuran skala besar dan kecil terus berlangsung di Bandung. Selain peristiwa itu, terdapat pula bencana lain yaitu dengan jebolnya bendungan Sungai Cikapundung yang mengakibatkan dampak bencana banjir besar di kota Bandung. Bencana ini terjadi pada malam hari tanggal 25 November 1945. Sejak itulah kota Bandung dibagi menjadi 2 daerah, yakni:
  1. Daerah Pasukan Sekutu di Bandung Utara, dan;
  2. Daerah Pasukan Republik Indonesia di Bandung Selatan.

Bencana banjir besar dari Jebolnya tanggul sungai itu memiliki latar belakang dari aksi teror yang dilakukan oleh NICA sehingga menimbulkan amarah rakyat dan Para pahlawanan Bandung lautan api sebagai bentuk pembalasan kota Bandung.


Sesuai dengan kebijakan politik diplomasi pihak Indonesia mengosongkan daerah Bandung Utara tetapi karena pihak Sekutu menuntut pengosongan sejauh 11 kilometer dari Bandung Selatan, akibatnya berdampak meletusnya pertempuran dan aksi bumi hangus di segala penjuru kota.


Kota Bandung terbakar hebat, dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk Bandung membakar rumah mereka, meninggalkan kota menuju pegunungan di daerah selatan Bandung. Pada tanggal 23 dan 24 Maret 1946 para penduduk meninggalkan kota Bandung yang telah berubah menjadi lautan api.


Jadi inilah yang menjadi awal alasan mengapa tanggal 24 Maret diperingati sebagai hari peristiwa Bandung lautan api dalam sejarah Indonesia.


TOKOH-TOKOH DALAM PERISTIWA 24 MARET (BANDUNG LAUTAN API)

Meskipun banyak pahlawan Nasional terlibat dalam peristiwa 24 Maret ini, namun beberapa nama-nama tokoh terkenal yang pelajaran SD Kelas 5 Tematik di kurikulum sejarah dalam rangkuman pertempuran Bandung Lautan Api yang turut terlibat dalam keputusan untuk mengadakan pembumi hangusan dan kronologi membakar rumah tersebut, ialah:

1. Kolonel Abdul Haris Nasution

Kolonel Abdul Haris Nasution adalah Komandan Divisi III yang bertanggung jawab akan nasib rakyat serta anak buahnya. Ia sangat terlibat pada musyawarah yang dilakukan untuk pengambilan keputusan yang mengarah kepada peristiwa Bandung Lautan Api.


2. Muhammad Toha

M. Toha adalah tokoh dalam pertempuran Bandung Lautan Api yang berasal dari BRI (singkatan dari: Barisan Rakyat Indonesia). Peran penting tokoh ini adalah memiliki tugas untuk menghancurkan gudang senjata dan amunisi milik pasukan sekutu. Walaupun berhasil meledakkannya dengan menggunakan dinamit, Mohammad Toha harus mengorbankan nyawanya bersama seorang pejuang lainnya yaitu Moh. Ramdan. Namun pengorbanannya tidak sia-sia karena sekutu mengalami kerugian besar dengan kehilangan pasokan senjatanya. Muhammad Toha gugur pada 24 Maret 1946.


3. Mayor Rukana

Mayor Rukana adalah tokoh dalam pertempuran Bandung Lautan Api yang merupakan komandan Polisi Militer Bandung. Latar belakang gagasan untuk membakar Bandung Selatan menjadi lautan api adalah salau satu gagasan yang diusulkan oleh Mayor Rukana. Kata-kata Lautan Api juga bermula dari ucapan beliau yang awalnya ingin membuat Bandung sebagai lautan air, namun dikarenakan semangat membara, ia justru mengatakan lautan Api bukan air.

4. Atje Bastaman

Atje Bastaman Adalah tokoh dalam pertempuran Bandung Lautan Api yang dikenal sebagai saksi peristiwa tersebut dan seorang wartawan muda Harian Suara Merdeka. Kemudia Atje menulis petempuran ini dalam artikelnya yang berjudul "Bandoeng `Djadi` Laoetan Api." Namun karena keterbatasan ruang cetak akhirnya judulnya dipangkas menjadi Bandoeng Laoetan Api (dibaca: Bandung Lautan Api).


5. Sutan Sjahrir

Sutan Sjahrir Adalah tokoh dalam pertempuran Bandung Lautan Api pada saat itu menjabat sebagai Perdana Menteri Republik Indonesia Serikat. Sejarah mencatat, ketika Kolonel Nasution mengajukan keberatan untuk gagasan mengosongkan Bandung, Sjahrir justru memutuskan untuk menuruti ultimatum tentara sekutu. Latar belakang dari dasar pertimbangannya adalah beliau menganggap bahwa Tentara Republik Indonesia (atau disingkat dengan TRI) belum memiliki sarana yang memadai untuk menjadi tandingan Tentara sekutu yang membawa banyak persenjataan. Dari dasar pemikiran ini, Beliau beranggapan akan sangat beresiko menimbulkan korban jiwa lagi di pihak Indonesia jika TRI melawan NICA setelah perlawanan kepada sekutu. Kekhawatiran Sutan Sjahrir atas tindakan pembakaran ini, akan menimbulkan kerugian rakyat juga karena memerlukan biaya untuk membangunnya kembali.

kali Meninggalkan Sejarah atau disingkat Jasmerah adalah semboyan yang terkenal yang diuca Kelas 5 SD :  PELAJARAN SEJARAH: PERISTIWA BANDUNG LAUTAN API (24 MARET)


KESIMPULAN PELAJARAN SEJARAH PERISTIWA BANDUNG LAUTAN API (24 MARET) PELAJARANCG.BLOGSPOT.COM

Dari cerita pertempuran dalam tulisan pelajaran SD Kelas 5 Tematik dapat disimpulkan bahwa semangat patriotisme rakyat Bandung untuk mempertahankan tanah airnya dari penyerobotan penjajah asing sungguh terlihat melalui kerelaan mereka untuk mengorbankan rumahnya sendiri. Dampak Bandung Lautan Api berhasil mencegah sekutu menduduki Bandung dan mengobarkan semangat juang di daerah-daerah lainnya sehingga peristiwa Bandung Lautan Api dikenang oleh seniman dan penyair Ismail Marzuki yang turut mengalaminya dalam lagu Halo-Halo Bandung yang menjadi salah satu lagu Nasional sampai sekarang.


Akhir kata Untuk memperingati peristiwa kepahlawanan ini dalam tulisan pelajaran SD Kelas 5 Tematik sampaikan ucapan pesan dalam Memperingati peristiwa ke-73 tahun Bandung Lautan Api! Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah sebagaimana kutipan Bung Karno dalam pidatonya yang terakhir pada Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia tanggal 17 Agustus:!!!

Kelas 5 SD : PELAJARAN SEJARAH: PERISTIWA BANDUNG LAUTAN API (24 MARET)

pelajaran SD Kelas 5 Tematik: Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah atau disingkat Jasmerah adalah semboyan yang terkenal yang diucapkan oleh Soekarno, dalam pidatonya yang terakhir pada Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1966. Tentu saja kata mutiara ucapan ini berlaku bagi generasi muda jaman sekarang, terutama pelajar sebagai penerus bangsa. Salah satu mata Pelajarancg yang diajarkan siswa disekolah adalah tentang sejarah peristiwa perjuangan Nasional. Sebagai pengingat pelajaran mengenai hari penting di 24 Maret, yaitu peristiwa Bandung Lautan Api, mari ketahui latar belakang dan mengapa tanggal ini diperingati sebagai hari bersejarah di Indonesia. Mari pelajari hari peristiwa Bandung Lautan Api yang jatuh pada tanggal 24 Maret setiap tahun tersebut di kurikulum pelajaran SD Kelas 5 Tematik ini:




PERISTIWA BANDUNG LAUTAN API

Dalam catatan sejarah Nasional, menyatakan bahwa peristiwa Bandung Lautan Api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kota Bandung, provinsi Jawa Barat, Indonesia pada 23 Maret 1946. Dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk Bandung membakar rumah mereka, meninggalkan kota menuju pegunungan di daerah selatan Bandung. Hal ini dilakukan untuk mencegah tentara Sekutu dan tentara NICA Belanda untuk dapat menggunakan kota Bandung sebagai markas strategis militer dalam Perang Kemerdekaan Indonesia.


Bandung Lautan Api terjadi karena latar belakang datangnya pasukan dari negara Inggris mulai memasuki kota Bandung pada pertengahan bulan Oktober 1945. Di kota kembang pasukan Inggris dan NICA melakukan teror terhadap rakyat sehingga mengakibatkan terjadinya pertempuran.


Pertempuran perjuangan Nasional diawali sejak Memasuki bulan November 1945, pasukan NICA yang semakin membabi buta di Bandung. Setelah masuknya tentara Inggris yang berasal dari satuan NICA memanfaatkannya untuk mengembalikan kekuasaannya yang sempat hilang atas kota Bandung. Hal ini menyebabkan semangat juang rakyat dan pemuda pemudi yang tergabung dalam TKR dan kelompok perjuangan lainnya semakin berkobar untuk melakukan perlawanan.


Perlawanan dimulai dari pertempuran skala besar dan kecil terus berlangsung di Bandung. Selain peristiwa itu, terdapat pula bencana lain yaitu dengan jebolnya bendungan Sungai Cikapundung yang mengakibatkan dampak bencana banjir besar di kota Bandung. Bencana ini terjadi pada malam hari tanggal 25 November 1945. Sejak itulah kota Bandung dibagi menjadi 2 daerah, yakni:
  1. Daerah Pasukan Sekutu di Bandung Utara, dan;
  2. Daerah Pasukan Republik Indonesia di Bandung Selatan.

Bencana banjir besar dari Jebolnya tanggul sungai itu memiliki latar belakang dari aksi teror yang dilakukan oleh NICA sehingga menimbulkan amarah rakyat dan Para pahlawanan Bandung lautan api sebagai bentuk pembalasan kota Bandung.


Sesuai dengan kebijakan politik diplomasi pihak Indonesia mengosongkan daerah Bandung Utara tetapi karena pihak Sekutu menuntut pengosongan sejauh 11 kilometer dari Bandung Selatan, akibatnya berdampak meletusnya pertempuran dan aksi bumi hangus di segala penjuru kota.


Kota Bandung terbakar hebat, dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk Bandung membakar rumah mereka, meninggalkan kota menuju pegunungan di daerah selatan Bandung. Pada tanggal 23 dan 24 Maret 1946 para penduduk meninggalkan kota Bandung yang telah berubah menjadi lautan api.


Jadi inilah yang menjadi awal alasan mengapa tanggal 24 Maret diperingati sebagai hari peristiwa Bandung lautan api dalam sejarah Indonesia.


TOKOH-TOKOH DALAM PERISTIWA 24 MARET (BANDUNG LAUTAN API)

Meskipun banyak pahlawan Nasional terlibat dalam peristiwa 24 Maret ini, namun beberapa nama-nama tokoh terkenal yang pelajaran SD Kelas 5 Tematik di kurikulum sejarah dalam rangkuman pertempuran Bandung Lautan Api yang turut terlibat dalam keputusan untuk mengadakan pembumi hangusan dan kronologi membakar rumah tersebut, ialah:

1. Kolonel Abdul Haris Nasution

Kolonel Abdul Haris Nasution adalah Komandan Divisi III yang bertanggung jawab akan nasib rakyat serta anak buahnya. Ia sangat terlibat pada musyawarah yang dilakukan untuk pengambilan keputusan yang mengarah kepada peristiwa Bandung Lautan Api.


2. Muhammad Toha

M. Toha adalah tokoh dalam pertempuran Bandung Lautan Api yang berasal dari BRI (singkatan dari: Barisan Rakyat Indonesia). Peran penting tokoh ini adalah memiliki tugas untuk menghancurkan gudang senjata dan amunisi milik pasukan sekutu. Walaupun berhasil meledakkannya dengan menggunakan dinamit, Mohammad Toha harus mengorbankan nyawanya bersama seorang pejuang lainnya yaitu Moh. Ramdan. Namun pengorbanannya tidak sia-sia karena sekutu mengalami kerugian besar dengan kehilangan pasokan senjatanya. Muhammad Toha gugur pada 24 Maret 1946.


3. Mayor Rukana

Mayor Rukana adalah tokoh dalam pertempuran Bandung Lautan Api yang merupakan komandan Polisi Militer Bandung. Latar belakang gagasan untuk membakar Bandung Selatan menjadi lautan api adalah salau satu gagasan yang diusulkan oleh Mayor Rukana. Kata-kata Lautan Api juga bermula dari ucapan beliau yang awalnya ingin membuat Bandung sebagai lautan air, namun dikarenakan semangat membara, ia justru mengatakan lautan Api bukan air.

4. Atje Bastaman

Atje Bastaman Adalah tokoh dalam pertempuran Bandung Lautan Api yang dikenal sebagai saksi peristiwa tersebut dan seorang wartawan muda Harian Suara Merdeka. Kemudia Atje menulis petempuran ini dalam artikelnya yang berjudul "Bandoeng `Djadi` Laoetan Api." Namun karena keterbatasan ruang cetak akhirnya judulnya dipangkas menjadi Bandoeng Laoetan Api (dibaca: Bandung Lautan Api).


5. Sutan Sjahrir

Sutan Sjahrir Adalah tokoh dalam pertempuran Bandung Lautan Api pada saat itu menjabat sebagai Perdana Menteri Republik Indonesia Serikat. Sejarah mencatat, ketika Kolonel Nasution mengajukan keberatan untuk gagasan mengosongkan Bandung, Sjahrir justru memutuskan untuk menuruti ultimatum tentara sekutu. Latar belakang dari dasar pertimbangannya adalah beliau menganggap bahwa Tentara Republik Indonesia (atau disingkat dengan TRI) belum memiliki sarana yang memadai untuk menjadi tandingan Tentara sekutu yang membawa banyak persenjataan. Dari dasar pemikiran ini, Beliau beranggapan akan sangat beresiko menimbulkan korban jiwa lagi di pihak Indonesia jika TRI melawan NICA setelah perlawanan kepada sekutu. Kekhawatiran Sutan Sjahrir atas tindakan pembakaran ini, akan menimbulkan kerugian rakyat juga karena memerlukan biaya untuk membangunnya kembali.

kali Meninggalkan Sejarah atau disingkat Jasmerah adalah semboyan yang terkenal yang diuca Kelas 5 SD :  PELAJARAN SEJARAH: PERISTIWA BANDUNG LAUTAN API (24 MARET)


KESIMPULAN PELAJARAN SEJARAH PERISTIWA BANDUNG LAUTAN API (24 MARET) PELAJARANCG.BLOGSPOT.COM

Dari cerita pertempuran dalam tulisan pelajaran SD Kelas 5 Tematik dapat disimpulkan bahwa semangat patriotisme rakyat Bandung untuk mempertahankan tanah airnya dari penyerobotan penjajah asing sungguh terlihat melalui kerelaan mereka untuk mengorbankan rumahnya sendiri. Dampak Bandung Lautan Api berhasil mencegah sekutu menduduki Bandung dan mengobarkan semangat juang di daerah-daerah lainnya sehingga peristiwa Bandung Lautan Api dikenang oleh seniman dan penyair Ismail Marzuki yang turut mengalaminya dalam lagu Halo-Halo Bandung yang menjadi salah satu lagu Nasional sampai sekarang.


Akhir kata Untuk memperingati peristiwa kepahlawanan ini dalam tulisan pelajaran SD Kelas 5 Tematik sampaikan ucapan pesan dalam Memperingati peristiwa ke-73 tahun Bandung Lautan Api! Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah sebagaimana kutipan Bung Karno dalam pidatonya yang terakhir pada Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia tanggal 17 Agustus:!!!

Kelas 5 SD : SAJAK SEORANG TUA TENTANG BANDUNG LAUTAN API

pelajaran SD Kelas 5 Tematik: Dalam tulisan Kurikulum pelajarancg Sejarah sebelumnya, kita telah membahas tentang sejarah peristiwa Bandung Lautan Api. Untuk melengkapi tulisan hari Nasional dengan tujuan mengenang kembali semangat juang dan rela berkorban rakyat Indonesia dalam mempertahankan Kemerdekaan RI. Berikut adalah sajak salah satu seorang sastrawan atau penyair terbaik yang dimiliki oleh negara Indonesia, beliau adalah Dr. Willibrordus Surendra Broto Rendra, S.S., M.A. atau dikenal sebagai W.S. Rendra.


 Dalam tulisan Kurikulum pelajarancg Sejarah sebelumnya Kelas 5 SD :  SAJAK SEORANG TUA TENTANG BANDUNG LAUTAN API

ISI SAJAK SEORANG TUA TENTANG BANDUNG LAUTAN API

Oleh : W.S. Rendra

Bagaimana mungkin kita bernegara
Bila tidak mampu mempertahankan wilayahnya
Bagaimana mungkin kita berbangsa
Bila tidak mampu mempertahankan kepastian hidup
bersama ?
Itulah sebabnya
Kami tidak ikhlas
menyerahkan Bandung kepada tentara Inggris
dan akhirnya kami bumi hanguskan kota tercinta itu
sehingga menjadi lautan api
Kini batinku kembali mengenang
udara panas yang bergetar dan menggelombang,
bau asap, bau keringat
suara ledakan dipantulkan mega yang jingga, dan kaki
langit berwarna kesumba


Kami berlaga
memperjuangkan kelayakan hidup umat manusia.
Kedaulatan hidup bersama adalah sumber keadilan merata
yang bisa dialami dengan nyata
Mana mungkin itu bisa terjadi
di dalam penindasan dan penjajahan
Manusia mana
Akan membiarkan keturunannya hidup
tanpa jaminan kepastian ?


Hidup yang disyukuri adalah hidup yang diolah
Hidup yang diperkembangkan
dan hidup yang dipertahankan
Itulah sebabnya kami melawan penindasan
Kota Bandung berkobar menyala-nyala tapi kedaulatan
bangsa tetap terjaga


Kini aku sudah tua
Aku terjaga dari tidurku
di tengah malam di pegunungan
Bau apakah yang tercium olehku ?


Apakah ini bau asam medan laga tempo dulu
yang dibawa oleh mimpi kepadaku ?
Ataukah ini bau limbah pencemaran ?


Gemuruh apakah yang aku dengar ini ?
Apakah ini deru perjuangan masa silam
di tanah periangan ?
Ataukah gaduh hidup yang rusuh
karena dikhianati dewa keadilan.
Aku terkesiap. Sukmaku gagap. Apakah aku
dibangunkan oleh mimpi ?
Apakah aku tersentak
Oleh satu isyarat kehidupan ?
Di dalam kesunyian malam
Aku menyeru-nyeru kamu, putera-puteriku !
Apakah yang terjadi ?


Darah teman-temanku
Telah tumpah di Sukakarsa
Di Dayeuh Kolot
Di Kiara Condong
Di setiap jejak medan laga. Kini
Kami tersentak,
Terbangun bersama.
Putera-puteriku, apakah yang terjadi?
Apakah kamu bisa menjawab pertanyaan kami ?


Wahai teman-teman seperjuanganku yang dulu,
Apakah kita masih sama-sama setia
Membela keadilan hidup bersama


Manusia dari setiap angkatan bangsa
Akan mengalami saat tiba-tiba terjaga
Tersentak dalam kesendirian malam yang sunyi
Dan menghadapi pertanyaan jaman :
Apakah yang terjadi ?
Apakah yang telah kamu lakukan ?
Apakah yang sedang kamu lakukan ?
Dan, ya, hidup kita yang fana akan mempunyai makna
Dari jawaban yang kita berikan.


catatan pelajaran SD Kelas 5 Tematik: Sajak ini dibacakan Rendra pada Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tanun 1990.


Semoga dengan membaca sajak seorangtua tentang Bandung Lautan Api, mampu menginspirasi siswa terutama pelajar di kurikulum pelajaran SD Kelas 5 Tematik untuk tidak melupakan sejarah sebagaimana pean Bung Karno dalam pidato terakhir HUT Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1966, Jangan sekali-kali meninggalkan Sejarah!!!

Kelas 5 SD : SAJAK SEORANG TUA TENTANG BANDUNG LAUTAN API

pelajaran SD Kelas 5 Tematik: Dalam tulisan Kurikulum pelajarancg Sejarah sebelumnya, kita telah membahas tentang sejarah peristiwa Bandung Lautan Api. Untuk melengkapi tulisan hari Nasional dengan tujuan mengenang kembali semangat juang dan rela berkorban rakyat Indonesia dalam mempertahankan Kemerdekaan RI. Berikut adalah sajak salah satu seorang sastrawan atau penyair terbaik yang dimiliki oleh negara Indonesia, beliau adalah Dr. Willibrordus Surendra Broto Rendra, S.S., M.A. atau dikenal sebagai W.S. Rendra.


 Dalam tulisan Kurikulum pelajarancg Sejarah sebelumnya Kelas 5 SD :  SAJAK SEORANG TUA TENTANG BANDUNG LAUTAN API

ISI SAJAK SEORANG TUA TENTANG BANDUNG LAUTAN API

Oleh : W.S. Rendra

Bagaimana mungkin kita bernegara
Bila tidak mampu mempertahankan wilayahnya
Bagaimana mungkin kita berbangsa
Bila tidak mampu mempertahankan kepastian hidup
bersama ?
Itulah sebabnya
Kami tidak ikhlas
menyerahkan Bandung kepada tentara Inggris
dan akhirnya kami bumi hanguskan kota tercinta itu
sehingga menjadi lautan api
Kini batinku kembali mengenang
udara panas yang bergetar dan menggelombang,
bau asap, bau keringat
suara ledakan dipantulkan mega yang jingga, dan kaki
langit berwarna kesumba


Kami berlaga
memperjuangkan kelayakan hidup umat manusia.
Kedaulatan hidup bersama adalah sumber keadilan merata
yang bisa dialami dengan nyata
Mana mungkin itu bisa terjadi
di dalam penindasan dan penjajahan
Manusia mana
Akan membiarkan keturunannya hidup
tanpa jaminan kepastian ?


Hidup yang disyukuri adalah hidup yang diolah
Hidup yang diperkembangkan
dan hidup yang dipertahankan
Itulah sebabnya kami melawan penindasan
Kota Bandung berkobar menyala-nyala tapi kedaulatan
bangsa tetap terjaga


Kini aku sudah tua
Aku terjaga dari tidurku
di tengah malam di pegunungan
Bau apakah yang tercium olehku ?


Apakah ini bau asam medan laga tempo dulu
yang dibawa oleh mimpi kepadaku ?
Ataukah ini bau limbah pencemaran ?


Gemuruh apakah yang aku dengar ini ?
Apakah ini deru perjuangan masa silam
di tanah periangan ?
Ataukah gaduh hidup yang rusuh
karena dikhianati dewa keadilan.
Aku terkesiap. Sukmaku gagap. Apakah aku
dibangunkan oleh mimpi ?
Apakah aku tersentak
Oleh satu isyarat kehidupan ?
Di dalam kesunyian malam
Aku menyeru-nyeru kamu, putera-puteriku !
Apakah yang terjadi ?


Darah teman-temanku
Telah tumpah di Sukakarsa
Di Dayeuh Kolot
Di Kiara Condong
Di setiap jejak medan laga. Kini
Kami tersentak,
Terbangun bersama.
Putera-puteriku, apakah yang terjadi?
Apakah kamu bisa menjawab pertanyaan kami ?


Wahai teman-teman seperjuanganku yang dulu,
Apakah kita masih sama-sama setia
Membela keadilan hidup bersama


Manusia dari setiap angkatan bangsa
Akan mengalami saat tiba-tiba terjaga
Tersentak dalam kesendirian malam yang sunyi
Dan menghadapi pertanyaan jaman :
Apakah yang terjadi ?
Apakah yang telah kamu lakukan ?
Apakah yang sedang kamu lakukan ?
Dan, ya, hidup kita yang fana akan mempunyai makna
Dari jawaban yang kita berikan.


catatan pelajaran SD Kelas 5 Tematik: Sajak ini dibacakan Rendra pada Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tanun 1990.


Semoga dengan membaca sajak seorangtua tentang Bandung Lautan Api, mampu menginspirasi siswa terutama pelajar di kurikulum pelajaran SD Kelas 5 Tematik untuk tidak melupakan sejarah sebagaimana pean Bung Karno dalam pidato terakhir HUT Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1966, Jangan sekali-kali meninggalkan Sejarah!!!